Big Melting Pot

All mixed up in one big bowl

Alasan orang menulis

0

Orang menulis, karena ingin menulis.
Orang menulis, karena ingin ada orang yang membacanya.

Buat apa lagi menulis kisah cinta masa lalu di media sosial? Apalagi ketika yang bersangkutan sudah menikah. Dan aku berpikir, apakah pasangannya membaca itu? Pasangannya tidak keberatan? Apakah yang bersangkutan tidak memikirkan perasaan pasangan saat menuliskannya? Atau mungkin lupa dengan keberadaan si pasangan? Jadi inget lagunya Gigi, “Ku hanya bisa membagi kisah-kisah lama…

Itu salah satu contoh postingan di media sosial (baca: internet) yang cukup sering aku temukan (cuman bisa geleng-geleng kepala saja meliatnya). Menulis memang menyenangkan. Bisa mengeluarkan uneg-uneg di hati. Terlebih lagi kalau ada orang yang membacanya dan mendapat simpatinya. Seperti memberi kekuatan untuk semangat lagi. Seperti memberikan pembenaran dari apapun itu yang telah dilakukan. Tapi bagaimana kalau yang didapat bukan simpati malah dampratan? Atau mendapat perilaku lainnya yang tidak diinginkan dari orang lain. Been there, done that. Pak Mario Teguh pun sempat mempostkan efek dari menulis di media sosial apabila tidak hati-hati dalam menuliskannya. Bisa bisnisnya berantakan, retaknya kehidupan rumah tangga, atau dipecat dari pekerjaan.

Ini internet, bung. Everybody can read it and they can interpret it to anything they want to. Yes, you do want it, but how much you can afford for the after effect?

Posted with WordPress for BlackBerry® smartphone using Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

Incoming search terms:

  • alasan orang menulis
  • alasan orang suka menulis
  • mengapa orang menulis
  • mengapa orang menulis?
  • 5 alasan orang menulis
  • mengapa orang menyukai menulis
  • Mengapa orang suka mengarang
  • penyebab orang ingin menulis
  • penyebab seseorang ingin menulis
  • apa alasan orang menulis

So, what do you think ?

%d bloggers like this: