BiAS – Adab dan Hukum di Sosial Media (Bagian 7)

▶ BimbinganIslam.com
▶ Selasa, 17 Muharam 1438 H / 18 Oktober 2016 M
▶ Ustadz Nuzul Dzikri, Lc
▶ Materi Tematik | Adab Dan Hukum Di Sosial Media (Bagian 07)
▶ Download Audio: bit.ly/BiAS-NZ-SosMed-07 (Apabila gagal download, bisa download melalui dropbox link di akhir post ini)

BiAS Adab dan Hukum Sosial Media 7السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bapak-bapak, ibu-ibu, rekan-rekan, ikhwān dan akhwāt yang saya muliakan.

Kita lanjutkan berbicara tentang adab dan hukum yang berkaitan dengan sosial media.

(8) Point yang kedelapan: WASPADA FITNAH

Yang berikutnya, waspadalah dengan fitnah di sosmed kita.

Apa bedanya fitnah dengan ghibah?

Fitnah adalah bohong (tidak sesuai dengan kenyataan), kalau ghibah adalah benar (sesuai dengan kenyataan).

Atau, fitnah adalah skandal yang belum jelas, isu yang masih jadi bola panas.

Jangan masukkan itu ke sosmed kita.

Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ

_”Orang yang berbahagia adalah orang-orang yang menjauh dari fitnah.”_

(HR Abu Daud nomor 4263)

Jangan masuk ke dunia fitnah, urus diri kita, urus kekhusyukan shalat kita. Kita ini masih banyak kekurangan.

Kita semua, saya dan antum semua, shalatnya masih banyak yang belum tahu. Dzikir masih banyak yang belum hapal. Jangan urus masalah fitnah. Fitnah serahkan saja kepada ahlinya. Bukan urusan kita.

Ada yang membicarakan si A, si B, tidak usah diurusin.

Allāh berfirman dalam surat Al Maidah ayat 41-42:

وَمَن يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُ فَلَن تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (*) سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ

_”Dan orang-orang yang Allāh ingin memfitnah mereka, maka engkau wahai Muhammad, tidak akan bisa menasihati dia, tidak akan bisa memberikan hidayah kepada dia.”_

==> Jadi kalau dia adalah orang-orang yang Allah kasih fitnah, walaupun duduk di majelis nabi, tidak akan mendapat Hidayah. Tidak akan dapat manfaat sama sekali.

Jadi kalaupun ustadznya langsung Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam tetap tidak ada manfaatnya. Siapa mereka?

Allah lanjutkan:

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ

_”Mereka adalah orang-orang yang Allah tidak ingin hati mereka suci.”_

Allah kotorkan terus hati mereka:

لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ

_”Mereka akan terhina di dunia.”_

وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيم

_”Dan mereka akan diazab dengan azab yang pedih di akhirat.”_

Siapa mereka? Apa tanda-tanda mereka?

Sampai ayat ini kita masih bingung nih. Lalu awal ayat 42:

سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ

_”Mereka adalah orang yang hobi mendengarkan berita-berita bohong. Dan mereka pemakan harta-harta yang haram.”_

==> Mereka adalah orang yang hobi mengikuti skandal-skandal yang sedang tersebar; Mereka adalah orang yang hobi mengikuti fitnah: fitnah dakwah dan fitnah di lingkungan sekitar.

Pengen tahu saja, pengen dengar. Kuping ini gatel kalau kita tidak mendengar hal-hal tersebut.

Mereka itu hobi dengar berita-berita demikian. Dan mereka pemakan harta-harta yang haram.

Jadi, orang yang hobi mendengar berita-berita fitnah, sebenarnya mereka telah terfitnah. Karena Allāh mengatakan, “Dan barang siapa yang Allāh ingin beri fitnah…”

Jadi yang terfitnah itu anda, bukan objek dimana anda memfitnah dia.

Buka Al Maidah ayat 41-42.

Masih ingat tadi hadits Muslim?

“Cukuplah orang dikatakan pembohong kalau dia menyampaikan apa yang dia dengar.”

Tanpa difilter, tanpa disensor. Pokoknya mengikuti saja. Itu tidak akan dapat hidayah walaupun diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Oleh karena itu, jangan ikuti berita-berita tentang fitnah, sibukkan diri.

Itu nasihat para ulama besar. Salah satu syaikh yang khotbah Jum’at mengatakan:

“Saya nasihati kalian wahai para penuntut ilmu, jangan mengikuti fitnah yang berkembang.

Kalau ada keraguan tanya kepada para ulama.”

Lalu beliau mengatakan:

“Tanya kepada Syaikh Shalih Fauzan, tanya kepada Syaikh Saleh Luhaidan, para ulama besar yang berada di Riyadh saat ini.

Kalian jangan ikut-ikutan, jangan bicarakan orang, jangan sebutkan aib-aib orang. Jangan gampang memvonis orang. Itu bukan ranah kalian. Tanya pada para ulama.

Kalau ulama sudah memvonis, silahkan. Tapi jangan buat isu itu berkembang di masyarakat. Kalau ahli ilmu sudah bicara tidak ada masalah, tapi kalian jangan ikut-ikutan.”

Itu dibicarakan dihadapan mahasiswa-mahasiswa S1 Fakultas Syariah, mahasiswa S1 Fakultas Aqidah, mahasiswa S2.

Itu saja diingatkan terus oleh para ulama, jangan masuk ke dalam fitnah.

السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ

_”Orang yang bahagia, orang yang menghindar dari fitnah.”_

Fitnah itu dihindari bukan didatangi. Bukan dimasukkan ke grup, bukan dibahas di grup, tapi dihilangkan.

Begitu ada yang bahas masalah-masalah seperti itu, cut, kalau mau tanya itu ke ustadz saja. ini group bukan untuk masalah-masalah demikian.

Kalau kita hobi dengar skandal, hobi dengar isu, dengar fitnah, dengar berita-berita bohong, kita tidak akan dapat hidayah, kita akan terfitnah. Dan kita akan hina di dunia, dan akan diazab oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla pada hari kiamat kelak.

Karena waktu akan berjalan terus. Waktu kita habis hanya mengurus Si A, Si B, Si C. Sedangkan aqidah kita belum benar.

Konsep tentang iman kepada malaikat saja kita belum tahu. Konsep iman kepada takdir saja masih bingung. Itu saja yang diurusin. Tidak usah ngurusin orang.

Ini yang perlu kita camkan.

Wallāhu Ta’āla A’lam bish Shawwab.
_____________________________
Info Program Cinta Sedekah Bulan ini :
1. Pendirian Rumah Tahfidz di 5 Kota
2. Membantu Operasional Radio Dakwah di 3 Kota

? Salurkan Infaq terbaik anda melalui
| Bank Syariah Mandiri Cab. Cibubur
| No. Rek : 7814500017
| A.N : Cinta Sedekah (infaq)
| Konfirmasi Transfer :
+62878-8145-8000

*_Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah_*
?www.cintasedekah.org
? youtu.be/P8zYPGrLy5Q
——————————————

Klik tombol “Download” di bawah ini untuk mendapatkan audio materi

download

Disclaimer :

  • Audio adalah milik BiAS Bimbingan Islam, mohon tidak mengedit audio tersebut tanpa ijin dari BiAS Bimbingan Islam
  • Website resmi BiAS : http://www.bimbinganislam.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *